Mahasiswa, kreatif dan inovatif (Mid Term)

10 Oct

Mahasiswa. Adanya kata Maha didepan Siswa berarti yang paling. Siswa yang paling, paling tinggi. Kata Maha ini kadang menjadikan mahasiswa besar kepala dan tinggi hati, merasa dirinya hebat dan dapat melakukan apa saja.

Memang tidak dapat dipungkiri, mahasiswa adalah mahluk sosial yang berpendidikan. Dijadikan patokan dan sebagai pegangan oleh masyarakat, dijadikan tempat berlindung dari para penguasa negeri ini. Masyarakat bergantung pada mahasiswa.

Tugas dasar mahasiswa adalah melakukan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, tiga hal ini, jika ditambah unsur kreatif dan inovatif, niscaya dapat menyelesaikan berbagai masalah pada masyarakat.

Mahasiswa sebagai manusia bebas yang belum terikat apapun, baik poitik maupun pekerjaan, sesungguhnya memiliki peluang dan kesempatan yang besar untuk melakukan apapun. Peluang besar ini disebabkan oleh posisi mahasiswa sebagai kaum yang terpelajar, memiliki banyak ilmu, dan sedang dalam fase kritis. Kritis disini berarti sensitif terhadap perubahan. Tiga hal ini sebenarnya tanpa disadari dimiliki oleh seluruh mahasiswa, mereka yang peka dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik sehingga bisa berguna bagi masyarakat.

Banyak mahasiswa yang sudah memanfaatkan dengan baik peluang ini. Contonya saja, mahasiswa ITB yang dengan kreativitasnya menciptakan sebuah inovasi yang sekiranya dapat menjadi jawaban bagi permasalahan yang ada pada masyarakat. Pada saat IBE, company saya Equafole menciptakan sebuah tas yang fashionable, kuat, bisa membawa laptop, dan tentu saja harganya terjangkau. Mungkin terdengar sepele, namun ini menjadi sebuah inovasi karena menjawab persoalan pada masyarakat. Biasanya, seseorang jika membawa laptop akan membawa dua tas, satu untuk barang pribadi, dan satu khusus laptop. Namun dengan tas Equafole, cukup membawa satu tas saja, semua masuk. Dalam IBE ini, sudah melewati level kreativitas hingga level yang paling tinggi. Pada level satu yaitu eksistensial, meciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada, ya tentu saja produk IBE seperti itu, karena mahasiswa harus menciptakan sesuatu karya yang berbeda dari yang sudah ada. Level 2 yaitu kreatif komunikasi, kreatif komunikasi ini dilakukan pada saat memarketingkan barang IBE, banyak cara yang mungkin tidak pernah dipikirkan orang lain dilakukan pada saat memarketingkan produk IBE. Dan seterusnya sampai akhirnya produk IBE sampai pada tahap kreatif inovasi, yaitu kreativitas yang menyelesaikan masalah. Hem, menarik ya. Sesungguhnya jika mahasiswa berusaha keras, mahasiwa pasti bisa kok.

Namun tidak dapat dipungkiri, mahasiswa juga manusia biasa. Manusia yang masih berkembang, belum stabil. Ada saja alasan yang bisa menghambat mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan inovatif. Hal itu adalah:

  1. Rasa malas. Bahkan dikalangan mahasiswa sekarang sudah muncul istilah-istilah seperti mager (males gerak). Mahasiswa adalah insane manusia yang belum sepenuhnnya dewasa, terkadang rasa malas dan putus asa masih hinggap dengan mudahnya.
  2. Sibuk. Sibuk apa? Mahasiswa kok sibuk, ngapain aja? Tentu kuliah. Tugas kuliah memang terkadang terasa terlalu berlebihan untuk mahasiswa sehingga merasa terlalu sibuk untuk melakukan hal lain.
  3. Kurang percaya diri. Mahasiswa ini kadang suka merasa gak pede dengan apa yang bisa dilakukannya. Alih-alih berkarya, jika ada mahasiswa lain yang berhasil menciptakan sebuat karya, mereka hanya bilang “wah hebat ya dia” tanpa ada motivasi untuk menjadi lebih dari apa yang dilakukan orang lain.

Solusi dari hambatan diatas adalah motivasi. Mahasiswa harus mampu memotivasi dirinya sendiri dan lebih bagus lagi jika dapat memotivasi teman-temannya sekalian (hehe). Mungkin motivasi setiap orang berbeda, namun satu yang harus diingat oleh mahasiswa, seperti kata om Thomas L. Friedman melalui bukunya yang berjudul “The World is Flat”, bahwa sekarang ini dunia sudah rata, semua sejajar. Menurut buku ini, era globalisasi di dunia terbagi dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah saat Colombus menemukan Benua Amerika, tahap kedua adalah era globalisasi industri sampai abad 20, dan tahap ketiga adalah globalisasi abad 21 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi.

Dengan globalisasi, semua bisa melakukan apapun yang ia mau dan sukai. Mahasiswa dapat berkarya dan bersaing langsung dengan mahasiswa dari benua manapun. Mahasiswa juga dapat mengembangkan kreativitasnya dengan bertemu dengan mahasiswa dari negara lain melalu konfrensi-konfrensi internasional yang sedang marak diadakan.

Mahasiswa juga harus mampu berinovasi. Inovasi juga memiliki level-level, yaitu:

  1. Level pertama adalah Inovasi teknologi. Mungkin untuk anak ITB ini agak sepele. Inovasi teknologi ini yah menciptakan sesuatu dengan kemajuan teknologi.
  2. Level kedua adalah Inovasi Produk. Membuat produk yang unusual, berbeda dari yang ada.
  3. Level ketiga adalah Inovasi Proses. Ini bisa meliputi supply chain management, service scape, dan efisiensi kerja.
  4. Level terakhir dan yang paling sulit dan yang paling tinggi adalah Inovasi bisnis model.

Kesimpulan dari tulisan saya diatas, mahasiswa sebagai insan yang bebas seharusnya bisa menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah yang ada. Sesungguhnya jika mahasiswa mau, mahasiswa pasti bisa kok. Sudah banyak contohnya, seperti IBE. Namun terkadang mahasiswa merasa malas dan tidak percaya diri terhadap kemampuannya sehingga menjadi tidak kreatif dan inovatif. Solusi dari malas dan tidak percaya diri adalah motivasi. Dengan motivasi, mahasiswa akan terdorong dan melawan rasa malas serta lebih percaya diri. Karena sekarang dunia itu rata, dimana siapa yang mau dia pasti bisa maju.

 

Falency 🙂

Penemuan paling kreatif dan inovatif abad ini: Internet Wi-fi

9 Oct

Di abad ini, informasi menjadi semakin mudah diakses. Thanks to Internet yang memberikan kemudahaan informasi kepada kita. Pernah kebayang hidup di abad 21 tanpa adanya teknologi canggih bernama internet?

Tanpa kita sadari, kehidupan manusia sudah sangat tergantung pada internet. Misalnya, ada catatan dari dosen yang agak kurang jelas, kita pasti lari ke internet dan buka wikipedia. Ngerjain tugas tapi ga kumpul sama temen-temen, ya tinggal buka internet dan kirim lewat email. Temen pindah kuliah ke luar negeri, udah 2 tahun ga ketemu? Cari koneksi internet dan buka skype terus ketemuan pake webcam. So, gimana kalau internet tidak pernah ditemukan? Ga ngerti lagi harus gimana, ya ngga?

Seiring dengan diciptakannya laptop, internet semakin menjadi sorotan. Tapi kebayang ga kalau di kampus banyak kabel untuk bisa connect ke internet? Alhamdulillah telah ditemukan yang namanya Internet Wi-Fi. 

Menurut saya, Internet Wi-Fi adalah penemuan yang paling kreatif dan inovatif saat ini. Gimana ngga? Coba aja bayangin, kalau anak SBM satu angkatan ada 168 orang, dan saat ini sedang ada 3 angkatan yang berkuliah. Jadi anak SBM ada sekitar 504 orang, dan bayangkan SBM ga ada wifi. Yah, semisal ada satu kabel internet tiap lantai, kebayangkan gimana ngantrinya kalau mau buat tugas?

Internet Wi-Fi sudah menyelamatkan banyak orang, Internet Wi-Fi juga telah memberikan kemudahan akses informasi. Terima kasih penemu Internet Wi-Fi, we love you 🙂

Apa daya dunia tanpa mereka

1 Oct

Semakin lama ngerjain tugas CI ini semakin terasa menyenangkan. Kenapa? Karena tugas CI ini bisa menjadi sarana saya dalam menyalurkan hobi nulis tanpa harus galau. Dunia pertwitteran dan dunia blogging (blogspot) pasti bersorak-sorai karena intensitas saya dalam menulis galau berkurang drastis. Hehehe.

Postingan kali ini akan membicarakan mengenai para orang penting yang menurut saya kreatif dan inovatif. Sebenarnya kreatif dan inovatif itu bisa dibilang relatif, tergantung selera masing-masing orang, ya kan? Jadi, maafkan jika ternyata orang-orang ini tidak cukup kreatif menurut anda sekalian. Jadi mereka adalah:

1. Steve Jobs

Sejujurnya, saya bukan penggemar fanatik Apple. Netbook saya Acer, handphone saya BlackBerry dan Nokia, namun ada satu produk yang menurut saya menjadi point of differentiation dari si Apple ini yaitu iPod. Nah kenapa Steve Jobs? Simple, karena dia mampu mempertahankan Apple dengan identitas yang dibuat Apple sendiri. Product Apple tidak meniru dan tidak mengikuti apa yang dibuat oleh kompetitor. Apple tetap menjadi dirinya sendiri, berkat Pak Steve Jobs.

2. Tim Burton

Siapa coba yang ga kenal Tim Burton? Image dia di dunia perfilm-an dunia emang udah besar banget. Banyak orang yang ngelebelin dia dengan kata ‘freak’ karena seleranya yang beda sama orang lain. Dengan kreatifnya, beliau mampu menyulap film yang harusnya unyu unyu sweet menjadi menyeramkan. Seperti remake film Alice in the wonderland yang dahulu kala kesannya begitu feminim, menjadi serius dan menyeramkan, begitu juga dengan novel anak-anak Charlie and the chocolate factory.

Selain dua orang hebat yang kreatif dan inovatif ini, ada pula perusahaan yang saya rasa berhasil mengisi hari-hari kita dengan memberikan solusi atas masalah sehari-hari, perusahaan itu adalah:

1. Google

Google, thanks God google telah ditemukan. Website yang satu ini menjadi semacam data base atas semua website dan apabila kita ingin mencari data, cukup ketik key wordnya aja. Ini semacam pemecahan masalah dari segala kegalauan mahasiswa akan tugas haha, inovatif sekali memang google ini.

2. Indofood

Nah, nyang ini nih, nyang inih. Perusahaan favoritnya anak kosan kayaknya nih. Hehehe. Kerenlah, Indofood ini menciptakan produk dengan menggunakan kreatifitasnya dan berinovasi untuk membuat berbagai makanan instan. Bosen dengan mie instan? Ada bumbu spageti instan hehehe. T-O-P-B-G-T lah pokoknyaaaaaaa!!!

Mungkin segini dulu aja postingan saya, sampai bertemu di postingan berikutnya paipai 😀

Creating Creative Business Seminar by Ridwan Kamil

22 Sep

It’s been a while since the last post ya, karena emang belum ada tuntutan tugas lagi dari Pak Apiq maupun Kak Bayu hehe. Ya ya blog ini emang (untuk saat ini) murni diperuntukan untuk kuliahan jadi yah gini, kalau ga ada tugas ya ga nulis.

Kelas CI dua minggu yang lalu, Pak Apiq menyampaikan bahwa kami akan ada kuliah luar. Cukup bete awalnya pas tau kuliah luar ini ternyata diadain di hari Sabtu dan ternyata keluarnya pun ga cukup jauh, cuma dari gedung SBM geser dikit ke Comlabs. Bete iya bete awalnya, tapi pas dikasih tau kalau pembicara pada kuliah luar ini adalah Pak Ridwan Kamil, dumelan bete ini berubah menjadi semangat.

Pak Ridwan Kamil sebenarnya sudah pernah memberikan kuliah saat saya berada di tingkat dua, kuliah Entrepreneurship. Saya sangat tertarik dengan betapa kreatifnya Pak Ridwan ini menurut saya, sehingga pasti sangat menyenangkan bila diberikan kesempatan untuk mendengar kuliah dari beliau lagi.

Berikut ini beberapa poin yang saya dapatkan dari seminar yang bertajuk:

“Creating Creative Business by Ridwan Kamil”

Pak Ridwan Kamil menyampaikan bahwa sebenarnya sangat mudah untuk memulai sebuah bisnis, karena bisnis berasal dari sebuah ide yang diperkaya oleh kreatifitas dan imajinasi. Warga Indonesia, terutama Bandung, sebenarnya sudah cukup kreatif, namun kenapa Industri kreatif kita tidak berjalan? Ya, karena uang. Sangat susah bagi seseorang yang ingin start up bisnis kreatif di Indonesia untuk mendapatkan pinjaman modal.

Padahal, sangat mudah untuk bisa membangun suatu daerah untuk menjadi industri kreatif. Cukup dengan 3 syarat, yaitu:

  1. Talent, siapa bilang orang kreatif tidak butuh pendidikan. Untuk membangun sebuah industri kreatif, dibutuhkan orang-orang yang berpendidikan dan memiliki cukup ilmu.
  2. Tolerant, dapat menerima perbedaan dan melihat dari sudut pandang yang positif
  3. Technology, teknologinya sudah maju, tidak “buta” teknologi.

Di Amerika Serikat, sedang marak dimana pemuda yang biasa-biasa saja, mendadak menjadi jutawan karena menggunakan dan mengaplikasikan kreatifitasnya kepada wadah yang tepat.

How to being creative entrepreneur?

  • Innovative
  • Risk Taker
  • Visionary
  • Strong Leadership
  • Problem Solver
  • Agent of Change

A few tips from Ridwan Kamil to start the creative business (based by his experience):

  • Observe, amati dunia disekitar anda. Bacalah dunia dengan membaca buku, bergaul, dan travelling. Dapatkan inspirasi dari lingkungan sekitar anda.
  • Select, pilih apa yang ingin anda lakukan dan tekuni
  • Think Different, cobalah untuk melakukan apa yang belum dilakukan orang lain. Lakukan hal yang sebenarnya sama dari sudut pandang yang berbeda
  • Make Plan, susun strategi dan rencana
  • Scalable
  • Design/Technology
  • Networking
  • Innovative Marketing

Diatas adalah beberapa poin yang saya dapatkan dan insyaallah bisa saya gunakan dalam kehidupan saya kelak. Selain poin diatas, saya juga sempat menangkap beberapa quotes yang diucapkan dan dilampirkan di slide presentasi Pak Ridwan Kamil:

Imagination is the soul of creativity

Networking is everything

So, that’s it. I think that’s all what i got from the presentation. Semoga berguna bagi pembaca dan semoga berguna bagi saya juga kelak.

 

See you when i see you,

Falenoo

Negara yang Banyak Akal

6 Sep

Tugas kedua dari kuliah CI nih hehehehe.

Pertama, mau minta maaf sama Pak Apiq karena saya 2x pertemuan ga bisa hadir, soalnya ada HPAIR pak, suratnya udah ada kan ya pak ya? Maafin saya pak.

Tugas kedua ini kebetulan tentang negara yang menurut saya paling kreatif dan inovatif. Wow, rasanya tugas ini sangat subjektif ya ga? Masalahnya, pengertian dari Kreativitas dan Inovatif aja berbeda bagi setiap orang. Jadi, ya saya usaha aja apa yang menurut saya kreatif dan inovatif, semoga tidak mengecewakan.

Baiklah, negara yang menurut saya paling Inovatif dan Kreatif adalah (jeng-jeng):

KOREA SELATAN

Kenapa Korea Selatan? Sumpah ini ga ada sangkut pautnya sama saya mau sombong abis dari sana (lah ini sombong), tapi memang saya sudah naksir sama negara ini, jauh sebelum saya bisa mendapatkan kesempatan untuk bisa pergi kesana.

Pertama naksir sama negara ini gara-gara ngeliat video clip SEOUL yang indah banget. Jadi aja termotivasi cari-cari tentang negara ini.

Apanya yang Kreatif dan Inovatif?

Seperti yang kita tau, Korea Utara dan Korea Selatan ini statusnya masih gencatan senjata, dan beberapa waktu lalu sempat beredar kabar kalau mereka akan kembali berperang yang menyebabkan jumlah turis yang datang ke Korea berkurang drastis. Mungkin ada beberapa negara yang mengeluarkan travel warning.

Untuk mengatasi hal ini, Korea Selatan sangat banyak akal. Korsel membentuk sebuah event yang disebut visit Korea 2010-2012 dan berinovasi dengan kreatifnya untuk memfasilitasi para turis. Contohnya, mereka menyediakan bus gratis yang sangat nyaman dari Seoul ke beberapa kota di Korsel. Selain itu, seluruh mahasiswa di Korsel dengan kreatifnya berinisiatif untuk berkeliaran di seuruh penjuru kota disaat weekend untuk membantu para turis. Pasalnya, tidak banyak masyarakat lokal yang fasih berbahasa inggris kecuali ya mahasiswa.

Lebih dari itu, Korea Selatan membangun beberapa spot yang sebenarnya sepele dan tidak terlalu penting menjadi tempat yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi. Sebut saja Han River. Ini sungai biasa, tapi bersih sih, ga kayak ciliwung atau kalimalang yang airnya coklat hehe, apa menariknya liat sungai? Dengan kreatifnya pemerintah membangun air mancur warna-warni yang menyala di jam-jam tertentu di sebuah jembatan disekitar Han River ini. Ada pula tempat perbatasan antara Korea Selatan dan Korea Utara, yaitu DMZ (De Militarized Zone) yang sebenarnya adalah tempat yang mengerikan untuk dikunjungi, namun entah kenapa orang tetap berkunjung. Padalah jelas-jelas tertulis jika sewaktu-waktu terjadi perang, keselamatan pengunjung tidak dijamin. Waelah, cukup serem yeee.

Teknologi. Korea pun sudah berinovasi sangat jauh. Samsung, brand elektronik asli Korea ini, sedang berupaya membuat sebuah polaroid namun yang dihasilkan di kertas foto bukanlah foto biasa, namun foto bergerak (video) seperti foto yang kita lihat di film Harry Potter. Banyak juga musium di Korea Selatan yang menggunakan teknologi. Salah satunya adalah hologram dan sistem yang sangat indah dimana kita bisa berfoto di pintu masuk musium dan foto kita mengikuti kemana kita pergi melalui dinding di sepanjang musium. LUAR BIASA.

Korea Selatan juga sangat smart dan cerdas. Mungkin anak-anak akan merasa malas dan boring jika mengunjungi musium sejarah yang isinya boneka manusia berpakaian usang zaman perang dengan darah-darah. Korea Selatan dengan akalnya yang banyak itu, membuat musium dengan boneka Teddy Bear dan tetap mennceritakan sejarah. UWOOOOOOOOW. Kepikiran aja ya ini orang korea.

Jadi, inilah mengapa saya mengatakan Korea Selatan sebagai negara yang kreatif dan inovatif. Sebenarnya banyak juga negara yang kreatif dan inovatif, seperti Singapore atau China. Tapi yang PALING ya Korea Selatan ini menurut saya hihihi.

Enjoy the blog, and see you soon.

Falenoo

Sebuah doa, tentang apa?

28 Aug

Dalam perkenalan, hal pertama yang akan diungkap adalah nama. Segitu pentingnyakah nama? Ada apa ya dengan nama?

Pertama, karena ini postingan perdana saya di wordpress, ada baiknya kita berkenalan. Nama saya Raja Falency Arifah, bisa dipanggil Falen, Leno, Faleno, apapun lah ya hehee. Sebenarnya ini blog kedua saya, blog pertama saya bisa dilihat disini. Setelah kenalan terus apa? Oke, saya akan bercerita. Cerita hari ini akan berkisar tentang nama saya..

Nama. Satu hal yang orang tua pikirkan saat menjelang hari kelahiran sang buah hati. Mungkin karena itu pula nama menjadi penting, karena biasanya nama anak berisi harapan dari orang tua tentang ingin seperti apa anaknya kelak. Tapi, saya sendiri sebetulnya agak tidak begitu yakin dengan arti nama saya, apakah itu sebuah doa? Atau keisengan belaka dari papa dan mama? Mari kita telaah deh ya dari pada penasaran, nama saya terdiri atas 3 suku kata, yaitu:

Raja. Kata raja ini menjadi awalan nama saya. Cukup unik aneh dan menarik memang kata Raja ini. menurut kamus besar bahasa indonesia, Raja itu berarti:

ra.ja
[n] (1) penguasa tertinggi pd suatu kerajaan (biasanya diperoleh sbg warisan); orang yg mengepalai dan memerintah suatu bangsa atau negara: negara kerajaan diperintah oleh seorang –; (2) kepala daerah istimewa; kepala suku; sultan; (3) sebutan untuk penguasa tertinggi dr suatu kerajaan; (4) orang yg besar kekuasaannya (pengaruhnya) dl suatu lingkungan (perusahaan): — minyak; (5) orang yg mempunyai keistimewaan khusus (spt sifat, kepandaian, kelicikan): — kumis; — copet; (6) binatang (jin dsb) yg dianggap berkuasa thd sesamanya: — buaya; — jin; (7) buah catur yg terpenting; (8) kartu (truf) yg bergambar raja

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/raja#ixzz1WJgizapQ

Baiklah, intinya arti Raja ini adalah pemimpin tertinggi dari sebuah kerajaan dan gelar raja diberikan kepada keturunan laki-laki yang pada akhirnya memimpin kerajaan. Sekali lagi, diberikan kepada LAKI-LAKI, lagi LAKI-LAKI. Dulu sewaktu masih kecil (mungkin SD) saya selalu protes sama mama papa kenapa saya diberi nama Raja. Tapi sekarang saya udah nerimo aja sama kata Raja ini, karena ternyata penuh makna dan kisah.

Jadi, dahulu kala, pada saat kakek saya mash berdomisili di Medan (Sumatra Utara) ternyata kakek saya ini tinggal di sebuah kerajaan kecil. Jadi gelar raja ini selalu diberikan di depan nama setiap keturunan dari anak laki-laki sang raja. Asik ga tuh? Ternyata nama Raja ini mirip dengan gelar Raden kalo di Jawa. Ini dia sebab dari nama raja yang ada di depan nama saya. Papa dan adik saya pun memiliki nama Raja, sehingga kalau ada telpon masuk dan mencari seseorang bernama Raja, yak mama pasti kelimpungan, raja mana yang sebenarnya dicari hehehe.

Kata kedua dari nama saya adalah Falency. Nama tengah saya ini suka bikin emosi. Orang-orang suka menginterpretasikan sendiri tentang nama ini dan cara penulisannya. Saya pernah ngamuk (em, bukan ngamuk seperti yang anda bayangkan sih hehe) pada saat MOS atau Masa Orientasi Siswa di SMA saya karena ada anak baru yang dengan sok taunya menulis nama saya seperti ini: Vallentsi. Selain itu, saat baru berkenalan dengan seseorang, mereka juga akan dengan sok taunya bilang bahwa saya lahir pada bulan Februari, tepatnya 14 Februari, saat Valentine.

Arti dari kata Falency ini cukup simpang siur. Coba aja googling Falency, yang keluar pasti kalau ngga blog saya, facebook saya, twitter saya, atau malah foto saya. Ga ada definisi yang mendunia tentang kata Falency. Definisi Falency menurut mama dan papa sangat berbeda. Saat SMP, saya pernah bertanya makna dari kata Falency ini kepada mama dan papa, mereka bilang, “Ini gabungan dari nama mama dan papa nak coba aja kamu gabung-gabungin.” Sejujurnya, ini masih membingungkan. Nama papa saya Raja Ferhat Amrisyah, sedangkan nama mama adalah Yulita Curniati, sebelah mananya yang kalau disambungin menjadi Falency??? Setelah saya SMA dan belajar Kimia, saya bertemu dengan sebuah elektron, namanya sama seperti nama saya namun berbeda penulisan, Valensi, elektron valensi. Saya jadi sering merasa dipanggil setiap guru menyebutkan elektron ini, teman-teman juga jadi sering usil pake kata ‘valensi’ ini. Akhirnya saya tanya lagi sama papa dan mama. Usut punya usut, papa dan mama ga suka sama pelajaran kimia, mangkanya nama saya Falency. Mereka berharap saya bisa menyukain kimia, seperti saya menyukai nama saya sendiri. Okelaaaaaahhhh.

Kata ketiga dalam nama saya adalah Arifah. Nama belakang saya ini mungkin adalah nama yang paling ‘aman’. Nama ini diambil kakek saya, karena pada saat saya dilahirkan, jamaah haji sedang berada di Padang Arofah. Maka nama saya dimirip-miripin sama Arofah, jadilah Arifah.

Sejujurnya saya sangat bersyukur atas nama yang sudah diberikan oleh kedua orang tua saya. Keyakinan saya, sebenarnya ada sebuah doa yang tidak dibeberkan oleh orang tua saya pada nama ini. Saya yakin 100%. Selain itu, terima kasih pada papa dan mama yang tidak memberikan saya nama sesuai dengan tanggal lahir saya. Pasalnya, saya lahir pada tanggal 22 Juni (tolong diingat, dan jangan lupa kadonyaaaa) yang bertepatan dengan ulang tahun Jakarta. Bagaimana kalau nama saya menjadi Raja Ondel-Ondel? atau Raja Jakarta? Ga kebayang sama sekali.

Sekian arti nama dan penjabaran nama saya. Saya bangga menjadi Raja Falency Arifah yang walaupun masih menjadi misteri sebenarnya ada makna apa dibalik nama saya.

Cheers,

Falency

Hello world!

28 Aug

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.