Kreativitas dan Inovasi dalam Bisnis Digital

8 Nov
Selasa, 25 Oktober 2011
Tutorial 3C gedung SBM ITB
Kuliah Creativity and Innovation 
Dosen tamu: Budi Rahardjo
Beliau menyebut dirinya sebagai Budi Rahardjo versi 3.3 dari buku The World is Flat, karena menurut buku The World is Flat:
  1. Globalisasi 1.0 adalah zaman penjajahan. Pada zaman ini kekuasaan menjadi segala-galanya.
  2. Globalisasi 2.0 adalah zaman dimana multinational company berjaya dan zaman dimana warga negara dan individu menjadi tidak penting. Yang penting adalah jabatan.
  3. Globalisasi 3.0 adalah zaman dimana individu menjadi penting dan mementingkan dirinya.

Maka Bapak Rudi Rahardjo yang sekarang adalah Bapak Budi yang sudah tekena dapak globalisasi 3.0 dan sudah 3 kali bertransformasi. Maka jadilah Budi Rahardjo 3.3

Bapak Budi Rahardjo memiliki sebuah website http://budi.insan.co.id dan dua buah blog yaitu http://gbt.blogspot.com dan http://rahard.wordpress.com

Lesson Learned

Dunia digital adalah dunia yang memiliki kualitas yang baik dalam hal storage dan penyimpanan data, namun dunia digital memiliki kualitas yang cukup buruk dalam segi gambar dan suara. Gambar dalam dunia digital dibagi dan dipecah dalam ratusan atau bahkan ribuan pixel yang menyebabkan gambar akan menjadi pecah ketika diperbesar.

Namun dari segi harga, digital sangat unggul dibandingkan dengan manual. Sehingga banyak industri manual yang beralih ke dunia digital demi mendapatkan profit dan kemudahan yang jauh lebih baik dari pada manual.

“Perangkat menjadi lebih kecil, lebih cepat, dan jadi lebih murah”

-Budi Rahardjo

Efek dari dunia digital sedikit banyak mengacaukan teknologi. Perkembangan dunia digital dan perangkatnya berkembang terlalu pesat sehingga sulit untuk diikuti. Dalam 18 bulan saja, teknologi mampu meningkat kemampuannya sebesar 2 kali lipat dan harganya akan turun sebanyak setengah.

Namun para pebisnis digital ini menganut prinsip dari Chris Anderson “Long Tail” yaitu mengambil keuntungan dari keuntungan yang sedikit-sedikit namun berkelanjutan sehingga lama kelamaan menumpuk profit yang besar.

“you don’t have to work for the rest of your life, you have to play”

-Budi Rahardjo

Kreatif sangat dekat dengan depresi. Sehingga banyak orang kreatif yang tidak bisa menghasilkan ide kreatif dan menyebabkan mereka menjadi deprsi. Disaat depresi, mereka akan lari kepada obat-obatan, rokok, atau ganja yang dapat menenangkan dan menimbulkan ide-ide brilian untuk sesaat namun sesungguhnya merusak mereka dari dalam. Jika hal-hal ini sudah tidak membantu, banyak orang kreatif yang akhirnya bunuh diri karena merasa malu dan tidak produktif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: