Archive | October, 2011

Mahasiswa, kreatif dan inovatif (Mid Term)

10 Oct

Mahasiswa. Adanya kata Maha didepan Siswa berarti yang paling. Siswa yang paling, paling tinggi. Kata Maha ini kadang menjadikan mahasiswa besar kepala dan tinggi hati, merasa dirinya hebat dan dapat melakukan apa saja.

Memang tidak dapat dipungkiri, mahasiswa adalah mahluk sosial yang berpendidikan. Dijadikan patokan dan sebagai pegangan oleh masyarakat, dijadikan tempat berlindung dari para penguasa negeri ini. Masyarakat bergantung pada mahasiswa.

Tugas dasar mahasiswa adalah melakukan Tri Dharma perguruan tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, tiga hal ini, jika ditambah unsur kreatif dan inovatif, niscaya dapat menyelesaikan berbagai masalah pada masyarakat.

Mahasiswa sebagai manusia bebas yang belum terikat apapun, baik poitik maupun pekerjaan, sesungguhnya memiliki peluang dan kesempatan yang besar untuk melakukan apapun. Peluang besar ini disebabkan oleh posisi mahasiswa sebagai kaum yang terpelajar, memiliki banyak ilmu, dan sedang dalam fase kritis. Kritis disini berarti sensitif terhadap perubahan. Tiga hal ini sebenarnya tanpa disadari dimiliki oleh seluruh mahasiswa, mereka yang peka dapat memanfaatkan peluang ini dengan baik sehingga bisa berguna bagi masyarakat.

Banyak mahasiswa yang sudah memanfaatkan dengan baik peluang ini. Contonya saja, mahasiswa ITB yang dengan kreativitasnya menciptakan sebuah inovasi yang sekiranya dapat menjadi jawaban bagi permasalahan yang ada pada masyarakat. Pada saat IBE, company saya Equafole menciptakan sebuah tas yang fashionable, kuat, bisa membawa laptop, dan tentu saja harganya terjangkau. Mungkin terdengar sepele, namun ini menjadi sebuah inovasi karena menjawab persoalan pada masyarakat. Biasanya, seseorang jika membawa laptop akan membawa dua tas, satu untuk barang pribadi, dan satu khusus laptop. Namun dengan tas Equafole, cukup membawa satu tas saja, semua masuk. Dalam IBE ini, sudah melewati level kreativitas hingga level yang paling tinggi. Pada level satu yaitu eksistensial, meciptakan sesuatu yang tadinya tidak ada menjadi ada, ya tentu saja produk IBE seperti itu, karena mahasiswa harus menciptakan sesuatu karya yang berbeda dari yang sudah ada. Level 2 yaitu kreatif komunikasi, kreatif komunikasi ini dilakukan pada saat memarketingkan barang IBE, banyak cara yang mungkin tidak pernah dipikirkan orang lain dilakukan pada saat memarketingkan produk IBE. Dan seterusnya sampai akhirnya produk IBE sampai pada tahap kreatif inovasi, yaitu kreativitas yang menyelesaikan masalah. Hem, menarik ya. Sesungguhnya jika mahasiswa berusaha keras, mahasiwa pasti bisa kok.

Namun tidak dapat dipungkiri, mahasiswa juga manusia biasa. Manusia yang masih berkembang, belum stabil. Ada saja alasan yang bisa menghambat mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang kreatif dan inovatif. Hal itu adalah:

  1. Rasa malas. Bahkan dikalangan mahasiswa sekarang sudah muncul istilah-istilah seperti mager (males gerak). Mahasiswa adalah insane manusia yang belum sepenuhnnya dewasa, terkadang rasa malas dan putus asa masih hinggap dengan mudahnya.
  2. Sibuk. Sibuk apa? Mahasiswa kok sibuk, ngapain aja? Tentu kuliah. Tugas kuliah memang terkadang terasa terlalu berlebihan untuk mahasiswa sehingga merasa terlalu sibuk untuk melakukan hal lain.
  3. Kurang percaya diri. Mahasiswa ini kadang suka merasa gak pede dengan apa yang bisa dilakukannya. Alih-alih berkarya, jika ada mahasiswa lain yang berhasil menciptakan sebuat karya, mereka hanya bilang “wah hebat ya dia” tanpa ada motivasi untuk menjadi lebih dari apa yang dilakukan orang lain.

Solusi dari hambatan diatas adalah motivasi. Mahasiswa harus mampu memotivasi dirinya sendiri dan lebih bagus lagi jika dapat memotivasi teman-temannya sekalian (hehe). Mungkin motivasi setiap orang berbeda, namun satu yang harus diingat oleh mahasiswa, seperti kata om Thomas L. Friedman melalui bukunya yang berjudul “The World is Flat”, bahwa sekarang ini dunia sudah rata, semua sejajar. Menurut buku ini, era globalisasi di dunia terbagi dalam 3 tahap. Tahap pertama adalah saat Colombus menemukan Benua Amerika, tahap kedua adalah era globalisasi industri sampai abad 20, dan tahap ketiga adalah globalisasi abad 21 yang disebabkan oleh kemajuan teknologi.

Dengan globalisasi, semua bisa melakukan apapun yang ia mau dan sukai. Mahasiswa dapat berkarya dan bersaing langsung dengan mahasiswa dari benua manapun. Mahasiswa juga dapat mengembangkan kreativitasnya dengan bertemu dengan mahasiswa dari negara lain melalu konfrensi-konfrensi internasional yang sedang marak diadakan.

Mahasiswa juga harus mampu berinovasi. Inovasi juga memiliki level-level, yaitu:

  1. Level pertama adalah Inovasi teknologi. Mungkin untuk anak ITB ini agak sepele. Inovasi teknologi ini yah menciptakan sesuatu dengan kemajuan teknologi.
  2. Level kedua adalah Inovasi Produk. Membuat produk yang unusual, berbeda dari yang ada.
  3. Level ketiga adalah Inovasi Proses. Ini bisa meliputi supply chain management, service scape, dan efisiensi kerja.
  4. Level terakhir dan yang paling sulit dan yang paling tinggi adalah Inovasi bisnis model.

Kesimpulan dari tulisan saya diatas, mahasiswa sebagai insan yang bebas seharusnya bisa menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah yang ada. Sesungguhnya jika mahasiswa mau, mahasiswa pasti bisa kok. Sudah banyak contohnya, seperti IBE. Namun terkadang mahasiswa merasa malas dan tidak percaya diri terhadap kemampuannya sehingga menjadi tidak kreatif dan inovatif. Solusi dari malas dan tidak percaya diri adalah motivasi. Dengan motivasi, mahasiswa akan terdorong dan melawan rasa malas serta lebih percaya diri. Karena sekarang dunia itu rata, dimana siapa yang mau dia pasti bisa maju.

 

Falency 🙂

Penemuan paling kreatif dan inovatif abad ini: Internet Wi-fi

9 Oct

Di abad ini, informasi menjadi semakin mudah diakses. Thanks to Internet yang memberikan kemudahaan informasi kepada kita. Pernah kebayang hidup di abad 21 tanpa adanya teknologi canggih bernama internet?

Tanpa kita sadari, kehidupan manusia sudah sangat tergantung pada internet. Misalnya, ada catatan dari dosen yang agak kurang jelas, kita pasti lari ke internet dan buka wikipedia. Ngerjain tugas tapi ga kumpul sama temen-temen, ya tinggal buka internet dan kirim lewat email. Temen pindah kuliah ke luar negeri, udah 2 tahun ga ketemu? Cari koneksi internet dan buka skype terus ketemuan pake webcam. So, gimana kalau internet tidak pernah ditemukan? Ga ngerti lagi harus gimana, ya ngga?

Seiring dengan diciptakannya laptop, internet semakin menjadi sorotan. Tapi kebayang ga kalau di kampus banyak kabel untuk bisa connect ke internet? Alhamdulillah telah ditemukan yang namanya Internet Wi-Fi. 

Menurut saya, Internet Wi-Fi adalah penemuan yang paling kreatif dan inovatif saat ini. Gimana ngga? Coba aja bayangin, kalau anak SBM satu angkatan ada 168 orang, dan saat ini sedang ada 3 angkatan yang berkuliah. Jadi anak SBM ada sekitar 504 orang, dan bayangkan SBM ga ada wifi. Yah, semisal ada satu kabel internet tiap lantai, kebayangkan gimana ngantrinya kalau mau buat tugas?

Internet Wi-Fi sudah menyelamatkan banyak orang, Internet Wi-Fi juga telah memberikan kemudahan akses informasi. Terima kasih penemu Internet Wi-Fi, we love you 🙂

Apa daya dunia tanpa mereka

1 Oct

Semakin lama ngerjain tugas CI ini semakin terasa menyenangkan. Kenapa? Karena tugas CI ini bisa menjadi sarana saya dalam menyalurkan hobi nulis tanpa harus galau. Dunia pertwitteran dan dunia blogging (blogspot) pasti bersorak-sorai karena intensitas saya dalam menulis galau berkurang drastis. Hehehe.

Postingan kali ini akan membicarakan mengenai para orang penting yang menurut saya kreatif dan inovatif. Sebenarnya kreatif dan inovatif itu bisa dibilang relatif, tergantung selera masing-masing orang, ya kan? Jadi, maafkan jika ternyata orang-orang ini tidak cukup kreatif menurut anda sekalian. Jadi mereka adalah:

1. Steve Jobs

Sejujurnya, saya bukan penggemar fanatik Apple. Netbook saya Acer, handphone saya BlackBerry dan Nokia, namun ada satu produk yang menurut saya menjadi point of differentiation dari si Apple ini yaitu iPod. Nah kenapa Steve Jobs? Simple, karena dia mampu mempertahankan Apple dengan identitas yang dibuat Apple sendiri. Product Apple tidak meniru dan tidak mengikuti apa yang dibuat oleh kompetitor. Apple tetap menjadi dirinya sendiri, berkat Pak Steve Jobs.

2. Tim Burton

Siapa coba yang ga kenal Tim Burton? Image dia di dunia perfilm-an dunia emang udah besar banget. Banyak orang yang ngelebelin dia dengan kata ‘freak’ karena seleranya yang beda sama orang lain. Dengan kreatifnya, beliau mampu menyulap film yang harusnya unyu unyu sweet menjadi menyeramkan. Seperti remake film Alice in the wonderland yang dahulu kala kesannya begitu feminim, menjadi serius dan menyeramkan, begitu juga dengan novel anak-anak Charlie and the chocolate factory.

Selain dua orang hebat yang kreatif dan inovatif ini, ada pula perusahaan yang saya rasa berhasil mengisi hari-hari kita dengan memberikan solusi atas masalah sehari-hari, perusahaan itu adalah:

1. Google

Google, thanks God google telah ditemukan. Website yang satu ini menjadi semacam data base atas semua website dan apabila kita ingin mencari data, cukup ketik key wordnya aja. Ini semacam pemecahan masalah dari segala kegalauan mahasiswa akan tugas haha, inovatif sekali memang google ini.

2. Indofood

Nah, nyang ini nih, nyang inih. Perusahaan favoritnya anak kosan kayaknya nih. Hehehe. Kerenlah, Indofood ini menciptakan produk dengan menggunakan kreatifitasnya dan berinovasi untuk membuat berbagai makanan instan. Bosen dengan mie instan? Ada bumbu spageti instan hehehe. T-O-P-B-G-T lah pokoknyaaaaaaa!!!

Mungkin segini dulu aja postingan saya, sampai bertemu di postingan berikutnya paipai 😀